BAHAN MATERI PELAJARAN KELAS 4
Tema
: 5
(Lima) Pahlawanku
Sub
Tema : 1
(Satu) Perjuangan Para Pahlawan
Kegiatan
Pembelajaran : 1 (Satu)
Fokus Pembelajaran:
Bahasa Indonesia : Non
Fiksi
IPS : Peninggalan Sejarah Masa
Hindu, Budha dan Islam serta Pengaruhnya
IPA : Cahaya
Tujuan Pembelajaran:
1.
Setelah membaca teks tentang Raja Purnawarman, siswa mampu
menjawab pertanyaan dengan benar.
2.
Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan teks, siswa mampu
menceritakan kembali isi cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri secara
rinci.
3.
Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi
peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi
wilayah setempat dengan benar.
4.
Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan
kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat
dengan menggunakan peta pikiran.
5.
Setelah melakukan percobaan tentang cahaya , siswa mampu
menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan
benar.
6.
Setelah melakukan percobaan tentang cahaya, siswa mampu
menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan
URAIAN
MATERI
Memahami Keteladan dari Raja
Purnawarman, Panji Segala Raja
Raja
Purnawarman mulai memerintah Kerajaan Tarumanegara pada tahun 395 M. Pada masa
pemerintahannya, ia selalu berjuang untuk rakyatnya. Ia membangun saluran air
dan memberantas perompak.
Raja
Purnawarman sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Ia memperbaiki aliran
Sungai Gangga di daerah Cirebon. Dua tahun kemudian, ia juga memperbaiki dan
memperindah alur Sungai Cupu sehingga air bisa mengalir ke seluruh kerajaan.
Para petani senang karena ladang mereka mendapat air dari aliran sungai
sehingga menjadi subur. Ladang para petani tidak kekeringan pada musim kemarau.
Raja
Purnawarman juga berani memimpin Angkatan Laut Kerajaan Tarumanegara untuk
memerangi bajak laut yang merajalela di perairan Barat dan Utara kerajaan.
Setelah Raja Purnawarman berhasil membasmi semua perompak, keadaan menjadi
aman. Rakyat di Kerajaan Tarumanegara kemudian hidup aman dan sejahtera.
Sebagai
wujud kecintaan rakyat Kerajaan Tarumanegara kepada Raja Purnawarman, telapak
kakinya diabadikan dalam bentuk prasasti yang dikenal sebagai Prasasti
Ciaruteun.
Sumber: http://atlantissunda.wordpress.com(dengan
perubahan)
Berikut
adalah beberapa tokoh dan peninggalan kerajaan pada masa kerajaan Hindu,
Buddha, dan Islam.
Peninggalan yang mereka wariskan bukan
saja benda bersejarah, namun juga pemikiran dan nilai-nilai perjuangan yang
telah mengispirasi bangsa Indonesia.
Dayu
sangat kagum dengan perjuangan Raja Purnawarman. Banyak yang telah dilakukan
untuk rakyatnya. Sambil duduk di tepi kolam yang jernih airnya, Dayu masih
merenungi jasa-jasa Raja Purnawarman, terutama pembangunan saluran air. Ia
berpikir, pasti saluran tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat saat itu.
Dayu
terus merenung sambil memandangi wajahnya yang terpantul di kolam.Tahukah kamu
mengapa Dayu bisa melihat dirinya di air kolam? Air kolam bisa memantulkan
cahaya. Kamu akan belajar tentang cahaya
Sifat-sifat
cahaya
Alat
dan Bahan Percobaan
1.
Cahaya merambat lurus
Percobaan
menggunakan tiga karton tebal dan lilin. Lubangi bagian tengah ketiga karton
tersebut. Letakkan dengan posisi tiga lubang tersebut sejajar dengan cahaya
lilin tepat di belakang lubang. Perhatikan apa yang terjadi! Lalu coba
menggeser posisi setiap lubang menjadi tidak sejajar. Perhatikan perbedaanya!
2. Cahaya menembus benda bening
Percobaan
menggunakan cahaya matahari/ cahaya senter, gelas/benda-benda
transparan/bening, benda-benda berwarna gelap, dan benda-benda bening, tetapi
berwarna. Letakkan peralatan seperti pada gambar. Arahkan cahaya ke tembok
berwarna putih. Perhatikan apa yang terjadi.
3. Cahaya dapat dipantulkan
Percobaan
menggunakan dua cermin datar dan senter. Coba pantulkan cahaya senter
menggunakan cermin. Coba berbagai posisi cermin yang berbeda dan gunakan lebih
banyak cermin. Amatilah apa yang terjadi pada cahaya pantul!
4. Cahaya dapat dibiaskan
Percobaan
menggunakan pensil yang setengah bagian panjanganya berada di dalam gelas
berisi air. Amati pensil dari sisi samping luar gelas. Bagaimana penampakan dan
besar pensil dibanding aslinya?
Karangan Fiksi
dan Nonfiksi
1.
Karangan Fiksi yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat
berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan
biasanya berbentuk novel, dan cerita pendek (cerpen). Fiksi ilmiah fiksi ilmu
pengetahuan adalah fiksi yang ditulis berdasarkan ilmu pengetahuan, teori, atau
spekulasi ilmiah. Karangan fiksi berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah
emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh
subjektifitas pengarangnya. Bahasa tulisan fiksi selain bermakna denoktatif
juga konotatif, dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu juga
bermakna ekspresif yaitu membanyangkan suasana pribadi pengarang. Bahasa tulisan
fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis yaitu
bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca.
2.
Karangan nonfiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau
hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari. Tulisan
nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan,
artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan sebagainya. Karangan
nonfiktif berusaha mencapai taraf objektifitas yang tinggi, berusaha menarik,
dan menggugah nalar (pikiran) pembaca. Bahasa karangan nonfiktif bersifat
denotative dan menunjukan pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak
bermakna ganda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar